Manfaat dan Risiko Konsumsi Telur Setiap Hari: Ini Dia Penjelasannya!
212news - Telur adalah sumber nutrisi yang dapat diolah ke dalam berbagai hidangan.
Dengan harga yang cukup terjangkau, satu butir telur memiliki sekitar 75 kalori, 5 gram lemak, 6 gram protein, 67 miligram kalium, 70 miligram natrium, serta 210 miligram kolesterol.
Perihal itu menyebabkan beberapa individu cenderung mengkonsumsi telur dengan teratur hingga mencapai frekuensi harian.
Akan tetapi, terdapat keprihatinan bahwa mengonsumsi telur secara rutin setiap hari bisa meningkatkan kadar kolesterol atau menaikkan resiko kondisi medis lainnya.
Maka, apakah ada keuntungan serta kemungkinan dampak negatif dari mengonsumsi telur secara rutin setiap harinya?
Keuntungan mengonsumsi telur secara rutin setiap harinya
Kandungan nutrisi dalam telur akan menyediakan berbagai keuntungan jika dimakan secara rutin tiap harinya. Di bawah ini terdapat beberapa faedah dari penggunaan telur setiap hari.
1. Turunkan berat badan
Telur yang tinggi akan protein dan lemak dapat membantu Anda merasakan rasa kenyang lebih lama, mengakibatkan peningkatan dalam pengurangan porsi makan serta menurunkan berat badan, demikian dilaporkan. Times of India .
Keuntungan-keuntungan itu akan lebih mudah dirasakan bila Anda memakan telur pada waktu sarapan. Di samping membuat kenyang, telur juga membantu proses metabolisme serta mengontrol rasa lapar.
2. Penyedia tenaga dan daya tahan badan
Telur kuning adalah sumber nutrisi yang termasuk vitamin B12, vitamin D, serta kolin. Zat-zat tersebut sangat berperan dalam proses konversi makanan menjadi energi bagi tubuh.
Di samping itu, vitamin D yang terdapat dalam telur dapat mempercepat pemulihan dari flu dan batuk. Selain itu, telur juga baik untuk sistem imun dikarenakan kandungan mineral serta vitaminnya.
3. Tingkatkan kesehatan otak
Jika dimakan secara rutin setiap harinya, telur dapat memperbaiki kesehatan otak berkat adanya zat besi seperti vitamin B12, B6, kolin, serta asam folat. Zat-zat gizi tersebut membantu untuk menstabilkan emosi dan melindungi daya ingat Anda.
Kolin turut berperan dalam pembentukan membran sel dan neurotransmitter di dalam tubuh, mengatur kontraksi otot, serta mendukung fungsi sistem saraf.
Sebuah telur memenuhi 6% kebutuhan kolin sehari-hari, jadi dengan mengonsumsinya dapat membantu merawat kesehatan otak.
4. Tingkatkan kolesterol baik
Telur yang masih berwarna kuning sering kali dipandang sebagai penyumbang kolesterol jahat jenis LDL. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur bisa memperbaiki tingkat kolesterol baik tipe HDL.
Telur dapat menaikkan kadar kolesterol buruk apabila dikonsumsi bersama dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi lainnya, misalnya keju, daging olahan, serta hidangan berminyak lainnya.
5. Jaga kesehatan kulit dan rambut
Dilansir dari Eating Well (9/5/2023), seekor telur memenuhi 28% dari kebutuhan selenium harian manusia.
Memakan telur secara rutin dapat menyediakan gizi bagi kulit agar tetap bugar.
Telur pun merupakan penyedia vitamin B2, B5, serta B12 yang bertugas merawat keadaan kulit dan rambut Anda.
Saat ini, komponen asam aminonya berperan dalam memperbaiki pigmen dan elastisitas kulit, selain juga menambah ketahanan rambut dan kuku.
6. Memelihara kesehatan mata serta tulang
Telur berwarna kuning mengandung dua jenis karotenoid yaitu lutein serta zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan penglihatan.
Studi mengungkapkan bahwa zat tersebut membantu dalam pengurangan risiko terkena gangguan mata berhubungan dengan pertambahan usia.
Di samping itu, vitamin D yang terkandung dalam telur membantu mengontrol tekanan darah, mengurangi peluang timbulnya beberapa jenis kanker, mendukung kesejahteraan mental, serta memperkuat tulang.
Dampak negatif dari mengonsumsi telur secara rutin setiap harinya
Walaupun telur mengandung banyak nutrisi, masih ada dampak negatif yang harus diwaspadai, terlebih untuk mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Dikutip dari Cleveland Clinic Orang dengan kondisi jantung atau kolesterol tinggi sebaiknya mengonsumsi telur tidak lebih dari tiga hinggaempat butir setiap pekan.
Mereka harus menghindari konsumsi lebih dari satu butir telur sehari karena bagian kuningnya memiliki kandungan lemak jenuh yang bisa berdampak pada tingkat kolesterol LDL mereka.
Karenanya, penderita penyakit jantung, hiperlipidemia (kolesterol tinggi), dan diabetes tipe 2 perlu mengurangi konsumsi telur.
Ketika menyiapkan telur, sebisa mungkin hindari penggunaan lemak hewani seperti mentega yang kaya akan lemak jenuh. Lebih baik gunakan minyak zaitun atau jenis minyak nabati lain ketika memasak telur.
Orang yang berisiko terkena penyakit jantung atau mempunyai kadar kolesterol tinggi dapat memilih untuk hanya mengkonsumsi putih telur saja atau menurunkan jumlah konsumsi kuning telur setiap minggunya.
Banyak telur yang dapat dikonsumsi dengan aman setiap harinya adalah?
Faktor genetik, sejarah keluarga, metode memasak telur, kebiasaan makan, serta lokasi tempat tinggal berpengaruh pada jumlah telur yang dapat dikonsumsi setiap harinya tanpa risiko, seperti diambil dari sumber tersebut. Healthline .
Studi mengindikasikan bahwa orang dewasa yang sehat dengan tingkat kolesterol normal serta tidak berisiko terkena penyakit jantung dapat memakan 1-2 butir telur setiap harinya tanpa ada masalah.
Studi yang mencakup populasi dewasa di Korea menyimpulkan bahwa mengonsumsi 2 hingga 7 butir telur setiap pekannya dapat menjaga tingkat kolesterol tetap sehat sambil mengurangi risiko terkena sindrom metabolik.
Sebaliknya, orang dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga, mungkin sebaiknya hanya makan satu telur per hari atau 4–5 telur per minggu.
Akan tetapi, risikonya dapat variatif bergantung pada keadaan kesehatan masing-masing individu serta jumlah konsumsi kolesterol mereka secara keseluruhan.